Monday, June 16, 2014

Protokol Yahudi #1 - Kita Adalah Pemerintah Agung (4/5)

sebelum:
http://umnokelanajayaselangor.blogspot.com/2014/06/protokol-yahudi-1-paksaan-adalah.html#more


21. Hanya pemerintah agung sahaja yang boleh menjalankan operasi besar, dan kesemua sumber ke pelbagai bahagian supaya perancangan penting dapat terlaksana. Di sini kita simpulkan bahawa kerajaan yang efektif ialah kerajaan yang menumpukan segala kuasanya di bawah naungan seseorang yang bertanggungjawab.

Tanpa pemerintahan agung, tidak mungkin boleh mentadbir dengan betul dan masyarakat akan berpecah. Mereka adalah 'sampah' dan berkelakuan seperti itu jika diberi peluang memerintah.

Di saat mereka mendapat kebebasan, ia terus menjadi anarki, yang juga adalah 'sampah'.

22. Perhatikan apabila manusia diberi kebebasan, mereka mabuk, tak sedarkan diri dan bekelakuan seperti binatang. Kita harus mengelakkan diri dari menjadi seperti itu.

Goyim sentiasa minum alkohol dan ketagih dengan alkohol. Kita akan terus menggalakkan mereka mabuk dengan menggunakan agen kita untuk mempromosikan minuman keras sebagai budaya mereka. Ini akan meningkatkan sifat tidak waras mereka dan menjadikan golongan remaja yang bodoh.

Kita mempunyai agen di merata tempat dengan memegang jawatan penting di dalam masyarakat. Seperti pengajar, pegawai, pekerja kerajaan, kerani dan sebagainya. Kita juga mempunyai ramai agen perempuan yang dijadikan pelacur yang membantu menggalakka rasuah.

23. Modus-operandi kita: Paksa dan buat mereka percaya. Hanya paksaan membuatkan kita berkuasa, terutamanya  golongan yang 'smooth talker' (orang yang tidak berupaya dalam berkata benar di waktu dan tempat yang betul).

Keganasan dan memutar-belitkan  adalah syarat sah sebagai ahli politik jika mahu kekal. Ini mungkin kelihatan jahat, tapi ingat, kejahatan adalah perkara normal jika ingin mencapai sesuatu yang baik. Oleh itu, kita harus galakkan rasuah, putar belit dan pecah amanah sehingga mereka membantu kita mencapai matlamat akhir kita.

Dalam politik, kita harus tahu bagaimana mengambil peluang di atas kekayaan orang lain tanpa mereka sedar ini memberi kita kuasa penuh ke atas mereka.

24. Kita mungkin terpaksa mencipta peperangan untuk mencapai kedamaian yang abadi. Ketika peperangan, kita boleh memainkan mesej betapa seramnya peperangan dan hukuman mati tanpa disedari mereka. Ini adalah penting untuk menanam ketakutan di dalam masyarakat sekitar.

Sistem perundangan yang patut dan tanpa belas kasihan adalah kekuatan kita. Kita lakukan ini bukan sekadar mendapatkan kuasa, tapi juga sebagai satu tanggungjawab. Demi mencapai kemenangan, kita harus berpegang pada 'Paksa dan buat mereka percaya'.

Cukup buat mereka tahu yang kita adalah seorang yang tiada belas kasihan.

Prinsip imbangan perakaunan (terutamanya dalam membayar hutang) sudah menjadi adat dan kita akan mengambil kesempatan ke atasnya. Kita akan menggunakan prinsip ini untuk menguasai setiap genap kerajaan di dunia ini di bawah satu 'super-government'




We Are Despots

21.  Only a despotic ruler can effectively carry out large operations, and distribute all the necessary resources to the various departments so that important plans can be executed.  From this we conclude that the most effective government is one that concentrates all its power in the hands of a single responsible person.

Without absolute despotism there is no way to guide the masses and civilization will fall apart.  They are savage barbarians and behave like that at every opportunity.

The moment the people gain freedom it quickly turns to anarchy, which is just savagery.

22.  Notice that when people are given freedom, they use it drink themselves senseless and behave like animals.  We ourselves should avoid behaving like that.

Goyim are always drinking alcohol, or thinking about doing so.  We caused this to happen by using our many agents to promote it as part of their culture.  It increases immorality and makes their youth stupid.

We have agents placed everywhere, occupying many positions throughout society.  Such as tutors, lackeys, governesses in the houses of the wealthy, by clerks and others.  We also have a lot of women-agents acting as prostitutes who assist in the corruption process.

23.  Our modus operandi is: Force and Make-Believe.  Only force gives you power, especially in the hands of a smooth talker.

Violence and deception must be the rule for any politician who wants to remain in power.  This may be considered evil, but remember, evil is justified when it is used to achieve good.  Therefore we must not stop at bribery, deceit and treachery if they help us attain our end goal.

In politics we must know how to seize the property of others without hesitation if it allows us to gain full power over them.

24.  We may need to wage many wars in order to achieve ultimate peace.  Between wars, we can replace the horrors of war by less noticeable and more satisfactory sentences of death.  This is necessary to maintain terror in the populace which leads to blind submission.

A just but merciless penal system is the greatest strength of the State.  We do this not only for the sake of gain but also in the name of duty.  For the sake of our victory, we must stick to the program of violence and make-believe.

It is enough for them to know that we are merciless for any disobedience to cease.

The principle of balancing accounts (particularly the repayment of debts) is strongly ingrained and one which we will take advantage of.  We will use this principle as a means to bring all governments under the control of our super-government.



sambungan:
http://umnokelanajayaselangor.blogspot.com/2014/06/protokol-yahudi-1-kita-akan-hapuskan.html#more 

No comments:

Post a Comment