Monday, June 16, 2014

Protokol Yahudi #1 - Kita Akan Hapuskan Kebebasan (5/5)

sebelum:
http://umnokelanajayaselangor.blogspot.com/2014/06/protokol-yahudi-1-kita-adalah.html#more 


25. Di zaman nenek moyang dahulu, kita adalah yang pertama berdiri di tengah-tengah orang ramai dan merayu "Kebebasan, Kesamarataan, Kemasyarakatan". Orang ramai termakan umpan kita. Mereka menggunakan perkataan-perkataan tersebut dan mengulangi seperti burung kakak tua memekik seluruh dunia. Akhirnya, mereka kehilangan kehidupan mereka dan jati diri mereka yang sebelum ini mereka jaga.

Itulah Goyim, yang tidak mampu berbuat apa-apa. Mereka tidak nampak hakikatnya tiada kesamarataan dan kebebasan; pemikiran, kelakuan dan kapasiti  mereka sendiri yang menghasilkan pemikiran dan kelakuan tersebut. Mereka tak akan berhenti menjadi buta dan kita akan melantik pemimpin yang buta juga untuk mereka. Dan sekiranya mereka menjumpai seseorang yang bijak, orang tersebut tidak pandai berpolitik, seperti yang diterangkan sebelum ini. Goyim tidak akan memikirkan perkara ini.

26. Terima kasih kepada para pejuang kebebasan yang bodoh dungu, perkataan 'Kebebasan, Kesamarataan dan Kemasyarakatan' telah tersebar ke seluruh pelusuk dunia.

Perkataan ini telah mengambil tempat kedamaian, ketenangan dan solidariti di dalam dunia Goyim dan akhirnya melemahkan mereka.

Kita akan saksikan kemudian, ini akan membantu kita mencapai kemenangan: ia memberi kita peluang untuk merasai kemenangan - kemusnahan hak istimewa dan kesetiaan. Kesetiaan inilah yang dipertahankan oleh Goyim dalam menentang kita.

Dalam memusnahkan Goyim, samada kemusnahan kekal mahupun kemusnahan golongan yang memayungi mereka, kita harus mencipta satu lagi golongan yang memayungi mereka tetapi didorong oleh duit dan harta benda.

Kelayakan golongan ini bergantung pada harta mereka (yang kita sendiri tentukan) dan ilmu pengetahuan mereka, yang juga ditentukan oleh kita, terutamanya oleh orang lama yang telah banyak memberi inspirasi.

27. Kemenangan kita adalah mudah kerana apabila kita memberikan seseorang itu kuasa, maka orang itu akan menunjukkan keinginan nafsunya. Seperti duit, harta benda dan kekayaan material. Malah, manusia itu sendiri lemah untuk menolak dari menerima rasuah.

28. Konsep kebebasan itu sendiri membolehkan kita meyakini orang ramai bahawa kerajaan adalah orang suruhan rakyat, rakyat adalah pemilik negara dan orang suruhan tersebut boleh ditukar ganti seperti baju.

29. Peluang sebegini memberi kita kuasa untuk melantik kerajaan baru kita.




We Shall End Liberty

25.  Far back in ancient times we were the first to stand among crowds of people and cry out the words "Liberty, Equality, Fraternity".  The people fell for our bait.  They picked up those words and started repeating them parrot-like throughout the world.  As a result they have taken away the well-being of the world and the true freedom of the individual, which was formerly well protected from mob pressure.


The so-called wise men of the Goyim, the intellectuals, could not make anything out of these words.  They just cannot see that in nature there is no equality or freedom; that nature herself has established inequality of minds, characters and capacities.  They never stopped to consider that the mob is blind thing, and as such, can only elect leaders that must be as blind as the mob itself.  And even if the mob does manage to find someone intelligent, that person wouldn’t understand politics, as pointed out earlier.  Goyim don’t take any of this into consideration.

26.  Thanks to dumb-assed libertarians, the words "Liberty, Equality, Fraternity" have spread to all corners of the earth.

These words installed peace, quiet and solidarity throughout all Goyim of the earth, and thus weakened their strength.

As you will see later, this helped us to our victory: it gave us the possibility of getting our hands on the master stroke – the destruction of privileges and power of their royalty.  That royal class was the only defense the Goyim had against us.

On the ruins of the eternal and heir-based aristocracy of the Goyim we have set up the aristocracy of our educated class headed by the aristocracy of money.

The entry qualifications to this aristocracy are based on wealth (which is dependent upon us) and on knowledge, which also comes from us, especially from our learned elders who have provided much inspiration.

27.  Our victory has been made easier by fact that whenever we sought favors from men in power we always appealed to their most basic of desires.  Like cash-money and all kinds of material goodies.  Even one human weakness is often enough to pass control of these men over to those offering the bribes.

28.  The concept of freedom has enabled us to convince the people of all countries that their government is a servant of the people, that the people are the true owners of the country and that that servant can be replaced like a worn-out glove.

29.  This possibility of replacing the representatives of the people gives us the power to appoint a new government.



sambungan:

No comments:

Post a Comment